Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana di Excel yang Profesional untuk Mahasiswa

Anastasia Riyanti

Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana Di Excel
Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana Di Excel

Hai, para pejuang akademik! Pernahkah kamu merasa pusing tujuh keliling saat dosen memberikan tugas membuat laporan keuangan? Atau mungkin, kamu sedang merintis bisnis kecil-kecilan dan bingung bagaimana cara melacak untung-rugi? Tenang, kamu tidak sendirian. Mengelola angka memang terkadang terasa seperti mencoba memecahkan kode rahasia. Tapi, bagaimana jika aku bilang ada cara super mudah untuk menaklukkan tantangan ini hanya dengan bermodalkan Microsoft Excel?

Ya, software yang setiap hari kamu lihat di laptopmu itu adalah senjata rahasia untuk menciptakan laporan keuangan yang rapi, akurat, dan profesional. Lupakan cara manual yang memakan waktu dan rentan salah hitung. Dalam tutorial super lengkap ini, kita akan bedah tuntas, langkah demi langkah, cara membuat laporan keuangan sederhana di Excel dari nol. Anggap saja ini adalah peta hartamu menuju kemerdekaan finansial dan nilai A di mata kuliah akuntansi!

Kita akan mulai dari dasar, membangun pondasi yang kokoh, hingga akhirnya kamu bisa dengan percaya diri menyajikan data keuangan yang mudah dibaca dan dianalisis. Siap untuk menjadi master Excel di kalangan teman-temanmu? Mari kita mulai!

Mengenal Anatomi Laporan Keuangan: 3 Pilar Utama yang Wajib Kamu Kuasai

Sebelum kita terjun langsung ke dalam rumus dan sel di Excel, penting bagi kita untuk memahami apa saja komponen utama dari sebuah laporan keuangan. Ibarat membangun sebuah rumah, kita perlu tahu mana fondasi, dinding, dan atapnya. Dalam dunia keuangan, ada tiga pilar utama yang menjadi dasar laporan keuangan, bahkan yang paling sederhana sekalipun.

  1. Laporan Laba Rugi (Income Statement): Ini adalah rapor bisnismu. Laporan ini menunjukkan performa keuangan dalam periode waktu tertentu (misalnya, satu bulan atau satu tahun). Di sini kamu akan melihat berapa total pendapatan yang masuk dan berapa total biaya yang keluar. Hasil akhirnya? Kamu bisa tahu bisnismu untung (laba) atau buntung (rugi).
  2. Laporan Perubahan Modal (Statement of Owner’s Equity): Laporan ini menceritakan bagaimana modal atau ekuitas pemilik berubah dari waktu ke waktu. Apakah modalmu bertambah karena keuntungan besar, atau berkurang karena ada penarikan pribadi (prive)? Semua tercatat di sini.
  3. Neraca (Balance Sheet): Ini adalah potret kondisi keuangan bisnismu pada satu titik waktu tertentu. Neraca menunjukkan apa yang kamu miliki (Aset), apa yang menjadi utangmu (Liabilitas), dan berapa sisa modalmu (Ekuitas). Rumus saktinya adalah: Aset = Liabilitas + Ekuitas. Keseimbangan ini mutlak, tidak bisa ditawar!
Artikel Terkait :  Cara Membuat Nomor Urut Otomatis di Excel dengan Fill Series

Untuk mempermudah pemahamanmu, mari kita visualisasikan dalam bentuk tabel di bawah ini.

Komponen Laporan Fungsi Utama Pertanyaan yang Dijawab Contoh Elemen
Laporan Laba Rugi Mengukur Kinerja Finansial “Apakah bisnis saya untung atau rugi bulan ini?” Pendapatan Jasa, Beban Gaji, Beban Sewa, Beban Listrik
Laporan Perubahan Modal Melacak Perubahan Modal Pemilik “Bagaimana modal awal saya berkembang?” Modal Awal, Laba Bersih, Prive (Penarikan Pribadi)
Neraca Menunjukkan Posisi Finansial “Apa saja aset yang saya miliki dan dari mana sumber dananya?” Kas, Piutang Usaha, Perlengkapan, Utang Usaha, Modal Akhir

Dengan memahami ketiga pilar ini, kamu sudah punya kerangka berpikir yang benar. Sekarang, mari kita wujudkan konsep ini ke dalam lembar kerja Excel yang magis!

Langkah 1: Membangun Jurnal Umum, Buku Besar Kehidupan Bisnismu

Setiap transaksi keuangan, sekecil apapun, adalah detak jantung bisnismu. Dan tempat pertama untuk merekam semua detak jantung ini adalah di Jurnal Umum. Anggap saja ini sebagai buku harian keuangan. Di sinilah kamu mencatat semua kejadian transaksi secara kronologis.

Menyiapkan Template Jurnal Umum di Excel

Buka Microsoft Excel-mu dan buatlah sebuah sheet baru. Beri nama sheet tersebut “Jurnal Umum”. Sekarang, buatlah kolom-kolom berikut:

  • Tanggal: Untuk mencatat tanggal transaksi terjadi.
  • No. Bukti: Nomor referensi unik untuk setiap transaksi (misal: INV/001, KW/001).
  • Keterangan/Akun: Deskripsi singkat transaksi atau nama akun yang terpengaruh.
  • Debit (Rp): Sisi kiri dalam persamaan akuntansi. Bertambahnya aset dan beban dicatat di sini.
  • Kredit (Rp): Sisi kanan dalam persamaan akuntansi. Bertambahnya utang, modal, dan pendapatan dicatat di sini.
  • Saldo (Rp): Kolom opsional untuk melacak saldo berjalan (akan sangat berguna nanti).

Pro-Tip: Gunakan fitur “Format as Table” di Excel (ada di tab Home). Ini akan membuat datamu lebih rapi, mudah disortir, dan otomatis menyesuaikan format saat kamu menambahkan baris baru. Pilih gaya tabel yang kamu suka agar lebih menarik secara visual.

Contoh Pencatatan Transaksi di Jurnal Umum

Mari kita buat sebuah studi kasus. Bayangkan kamu membuka sebuah jasa desain grafis bernama “Kreasi Visual” pada tanggal 1 September 2025.

Transaksi 1: 1 September 2025

Kamu menyetor uang pribadimu sebesar Rp 10.000.000 sebagai modal awal ke rekening bank bisnis.

  • Analisis: Uang kas bisnis (Aset) bertambah, dan Modal pemilik (Ekuitas) juga bertambah.
  • Pencatatan:
    • (Debit) Kas: Rp 10.000.000
    • (Kredit) Modal Awal: Rp 10.000.000

Transaksi 2: 3 September 2025

Membeli perlengkapan desain (seperti software dan template premium) secara tunai seharga Rp 1.500.000.

  • Analisis: Perlengkapan (Aset) bertambah, tetapi Kas (Aset) berkurang.
  • Pencatatan:
    • (Debit) Perlengkapan: Rp 1.500.000
    • (Kredit) Kas: Rp 1.500.000

Transaksi 3: 10 September 2025

Menerima pendapatan jasa desain dari klien pertama sebesar Rp 2.000.000 secara tunai.

  • Analisis: Kas (Aset) bertambah, dan Pendapatan Jasa (Pendapatan) juga bertambah.
  • Pencatatan:
    • (Debit) Kas: Rp 2.000.000
    • (Kredit) Pendapatan Jasa: Rp 2.000.000

Transaksi 4: 15 September 2025

Membayar biaya iklan di media sosial untuk promosi sebesar Rp 500.000.

  • Analisis: Beban Iklan (Beban) bertambah, dan Kas (Aset) berkurang.
  • Pencatatan:
    • (Debit) Beban Iklan: Rp 500.000
    • (Kredit) Kas: Rp 500.000

Beginilah tampilan Jurnal Umummu di Excel setelah mencatat semua transaksi di atas:

Tanggal No. Bukti Keterangan/Akun Debit (Rp) Kredit (Rp)
01/09/2025 SETORAN-01 Kas 10,000,000
01/09/2025 SETORAN-01 Modal Awal 10,000,000
03/09/2025 BELI-001 Perlengkapan 1,500,000
03/09/2025 BELI-001 Kas 1,500,000
10/09/2025 INV/001 Kas 2,000,000
10/09/2025 INV/001 Pendapatan Jasa 2,000,000
15/09/2025 IKLAN-01 Beban Iklan 500,000
15/09/2025 IKLAN-01 Kas 500,000
TOTAL 14,000,000 14,000,000

Pastikan Total Debit selalu sama dengan Total Kredit. Ini adalah hukum keseimbangan alam semesta dalam akuntansi! Gunakan rumus SUM di Excel untuk menjumlahkan kolom Debit dan Kredit secara otomatis.

Langkah 2: Merapikan Data ke Buku Besar dengan PivotTable Sakti

Setelah semua transaksi tercatat di Jurnal Umum, langkah selanjutnya adalah mengelompokkan transaksi-transaksi tersebut berdasarkan akunnya masing-masing. Proses ini disebut posting ke Buku Besar. Tujuannya adalah untuk mengetahui saldo akhir dari setiap akun (Berapa total kas? Berapa total pendapatan? Dst.).

Dulu, ini dilakukan secara manual dan memakan waktu. Tapi untuk kamu, anak cerdas pengguna Excel, kita punya jurus andalan: PivotTable!

Membangun Buku Besar Otomatis

  1. Buka kembali sheet “Jurnal Umum” kamu.
  2. Klik di mana saja di dalam tabel data transaksimu.
  3. Pergi ke tab Insert > PivotTable.
  4. Excel akan otomatis memilih seluruh rentang tabelmu. Pastikan kamu memilih “New Worksheet” agar PivotTable dibuat di sheet baru. Klik OK.
  5. Sebuah sheet baru akan muncul dengan panel “PivotTable Fields” di sebelah kanan.
  6. Sekarang, lakukan drag and drop pada field-field berikut:
    • Seret field “Keterangan/Akun” ke area Rows.
    • Seret field “Debit (Rp)” ke area Values.
    • Seret field “Kredit (Rp)” ke area Values.

Voila! Excel akan secara otomatis membuat ringkasan total debit dan kredit untuk setiap akun. Tampilannya akan seperti ini:

Row Labels Sum of Debit (Rp) Sum of Kredit (Rp)
Beban Iklan 500,000
Kas 12,000,000 2,000,000
Modal Awal 10,000,000
Pendapatan Jasa 2,000,000
Perlengkapan 1,500,000
Grand Total 14,000,000 14,000,000

 

Menghitung Saldo Akhir Setiap Akun

Tabel di atas sudah bagus, tapi kita butuh saldo akhirnya. Caranya, kita tambahkan satu kolom lagi di sebelah kanan tabel PivotTable. Beri nama kolom tersebut “Saldo Akhir”.

Di kolom ini, kita akan menggunakan rumus sederhana dengan logika akuntansi:

  • Untuk akun Aset dan Beban (saldo normalnya di Debit): Saldo Akhir = Total Debit - Total Kredit
  • Untuk akun Liabilitas, Ekuitas, dan Pendapatan (saldo normalnya di Kredit): Saldo Akhir = Total Kredit - Total Debit

Maka, perhitungannya akan menjadi:

Akun Tipe Akun Total Debit Total Kredit Saldo Akhir Posisi Saldo
Kas Aset 12,000,000 2,000,000 10,000,000 Debit
Perlengkapan Aset 1,500,000 0 1,500,000 Debit
Beban Iklan Beban 500,000 0 500,000 Debit
Modal Awal Ekuitas 0 10,000,000 10,000,000 Kredit
Pendapatan Jasa Pendapatan 0 2,000,000 2,000,000 Kredit

Lembar kerja yang berisi perhitungan ini kita sebut sebagai Neraca Saldo. Ini adalah jembatan yang menghubungkan catatan harianmu dengan laporan keuangan final.

Langkah 3: Menyusun Laporan Laba Rugi – Rapor Keuanganmu

Sekarang bagian yang paling seru! Kita akan menggunakan data dari Neraca Saldo untuk menyusun laporan keuangan yang sebenarnya. Kita mulai dari Laporan Laba Rugi.

Buat sheet baru di Excel dan beri nama “Laporan Keuangan”.

Format Laporan Laba Rugi

Struktur Laporan Laba Rugi sangat sederhana. Kamu hanya perlu mengumpulkan semua akun Pendapatan dan menguranginya dengan semua akun Beban.

  1. Buat judul yang jelas:
    • Kreasi Visual
    • Laporan Laba Rugi
    • Untuk Periode yang Berakhir pada 30 September 2025
  2. List semua akun Pendapatan:
    • Ambil angka saldo akhir akun “Pendapatan Jasa” dari Neraca Saldo.
  3. List semua akun Beban:
    • Ambil angka saldo akhir akun “Beban Iklan” dari Neraca Saldo.
  4. Hitung Laba/Rugi Bersih:
    • Gunakan rumus: Total Pendapatan - Total Beban

Begini hasilnya di Excel:

 Kreasi Visual Laporan Laba Rugi Untuk Periode yang Berakhir pada 30 September 2025 Pendapatan: Pendapatan Jasa Rp 2.000.000 Total Pendapatan Rp 2.000.000 Beban-Beban: Beban Iklan Rp 500.000 Total Beban Rp 500.000 -------------------------------------------------------------- LABA BERSIH Rp 1.500.000 ==============================================================

Tips Excel Canggih: Jangan ketik angkanya manual! Gunakan referensi sel langsung dari sheet Neraca Saldo. Caranya, di sel Laporan Laba Rugi, ketik =, lalu klik sheet Neraca Saldo, dan klik sel yang berisi angka yang kamu inginkan, lalu tekan Enter. Contoh: =NeracaSaldo!E5. Dengan cara ini, jika ada perubahan data di Jurnal Umum, semua laporanmu akan ter-update secara otomatis!

Selamat! Kamu baru saja mengetahui bahwa bisnis jasamu menghasilkan laba bersih sebesar Rp 1.500.000 di bulan September. Keren, kan?

Langkah 4: Membuat Laporan Perubahan Modal – Kisah Perjalanan Modalmu

Laba bersih yang baru saja kita hitung akan mempengaruhi modalmu. Untuk melihat perubahannya, kita buat Laporan Perubahan Modal. Laporan ini biasanya diletakkan tepat di bawah Laporan Laba Rugi di sheet yang sama.

Format Laporan Perubahan Modal

Logikanya seperti ini: Modal Awal + Laba Bersih – Prive (jika ada) = Modal Akhir.

  1. Buat judul:
    • Kreasi Visual
    • Laporan Perubahan Modal
    • Untuk Periode yang Berakhir pada 30 September 2025
  2. Mulai dengan Modal Awal:
    • Ambil angka saldo “Modal Awal” dari Neraca Saldo.
  3. Tambahkan Laba Bersih:
    • Ambil angka “LABA BERSIH” yang baru saja kamu hitung di Laporan Laba Rugi.
  4. Kurangi Prive (Penarikan Pribadi):
    • Dalam contoh kita, tidak ada prive, jadi nilainya nol.
  5. Hitung Modal Akhir:
    • Gunakan rumus Modal Awal + Laba Bersih - Prive.

Hasilnya di Excel:

 Kreasi Visual Laporan Perubahan Modal Untuk Periode yang Berakhir pada 30 September 2025 Modal Awal, 1 September 2025 Rp 10.000.000 Ditambah: Laba Bersih Rp 1.500.000 -------------------------------------------------------------- Rp 11.500.000 Dikurangi: Prive Rp 0 -------------------------------------------------------------- MODAL AKHIR, 30 September 2025 Rp 11.500.000 ==============================================================

Sekarang kamu tahu, modalmu yang tadinya Rp 10.000.000 kini telah bertumbuh menjadi Rp 11.500.000. Angka “Modal Akhir” ini sangat penting, karena akan kita bawa ke laporan terakhir, yaitu Neraca.

Langkah 5: Menyusun Neraca – Potret Kekayaan Bisnismu

Inilah puncak dari semua pekerjaan kita: Neraca. Laporan ini akan menunjukkan posisi keuangan bisnismu secara keseluruhan pada akhir periode. Di sinilah kita akan membuktikan rumus sakti: Aset = Liabilitas + Ekuitas.

Format Neraca

Neraca memiliki dua sisi: sisi kiri untuk Aset, dan sisi kanan untuk Liabilitas dan Ekuitas.

  1. Buat judul:
    • Kreasi Visual
    • Neraca
    • Per 30 September 2025 (Perhatikan, Neraca menggunakan tanggal spesifik, bukan periode waktu).
  2. Sisi Kiri (Aset):
    • List semua akun Aset (Kas, Perlengkapan, dll) dari Neraca Saldo dan masukkan saldo akhirnya.
    • Jumlahkan semuanya untuk mendapatkan Total Aset.
  3. Sisi Kanan (Liabilitas dan Ekuitas):
    • List semua akun Liabilitas (Utang Usaha, dll). Di kasus kita, tidak ada utang, jadi nilainya nol.
    • List Ekuitas, yaitu Modal Akhir. PENTING: Jangan ambil dari Neraca Saldo, tapi ambil angka “MODAL AKHIR” dari Laporan Perubahan Modal yang baru saja kamu buat.
    • Jumlahkan semuanya untuk mendapatkan Total Liabilitas dan Ekuitas.

Jika semua perhitunganmu benar, maka Total Aset HARUS SAMA DENGAN Total Liabilitas dan Ekuitas.

Mari kita lihat di Excel:

 Kreasi Visual Neraca Per 30 September 2025 +----------------------------------+--------------------------------------+ | ASET | LIABILITAS DAN EKUITAS | +----------------------------------+--------------------------------------+ | Aset Lancar: | Liabilitas: | | Kas Rp 10.000.000 | (Tidak ada liabilitas) Rp 0 | | Perlengkapan Rp 1.500.000 | Total Liabilitas Rp 0 | | | | | | Ekuitas: | | | Modal Akhir Rp 11.500.000 | | | | | | | | | | | -------------------------------- | ------------------------------------ | | TOTAL ASET Rp 11.500.000 | TOTAL LIABILITAS & EKUITAS Rp 11.500.000 | +==================================+======================================+

Lihat! Total Aset (Rp 11.500.000) sama persis dengan Total Liabilitas & Ekuitas (Rp 11.500.000). Balance! Ini adalah momen paling memuaskan bagi seorang akuntan (atau mahasiswa yang sedang belajar akuntansi). Ini membuktikan bahwa seluruh pencatatan dan perhitunganmu dari awal hingga akhir sudah benar.

Visualisasi Data: Membuat Dashboard Keuangan Sederhana

Kamu sudah berhasil membuat laporan keuangan yang fungsional. Tapi, bagaimana cara menyajikannya agar lebih menarik dan mudah dipahami dalam sekejap? Jawabannya adalah dengan visualisasi data!

Excel memiliki fitur Charts yang sangat powerful. Mari kita buat beberapa grafik sederhana dari data yang sudah kita miliki.

  1. Grafik Komposisi Beban (Pie Chart):
    • Pilih data beban di Laporan Laba Rugi. Jika ada beberapa jenis beban (misal: Beban Iklan, Beban Listrik, Beban Gaji), grafik ini akan sangat berguna.
    • Pergi ke Insert > Charts > Pie Chart.
    • Kamu akan langsung melihat porsi masing-masing beban dalam bentuk potongan kue.
  2. Grafik Pertumbuhan Laba (Line Chart):
    • Jika kamu sudah memiliki data laba dari beberapa bulan, kamu bisa membuat grafik garis untuk melihat trennya. Apakah labamu naik, turun, atau stagnan?
    • Buat tabel kecil berisi Bulan dan Laba Bersih.
    • Pilih data tersebut, lalu ke Insert > Charts > Line Chart.
  3. Grafik Struktur Aset (Bar Chart):
    • Pilih data Aset di Neraca (Kas, Piutang, Perlengkapan, dll).
    • Pergi ke Insert > Charts > Bar Chart.
    • Ini akan menunjukkan dengan jelas aset mana yang memiliki porsi terbesar dalam bisnismu.

Dengan menambahkan beberapa grafik ini di sheet “Laporan Keuangan”, kamu telah mengubah laporan statis menjadi sebuah dashboard keuangan mini yang dinamis dan informatif. Ini akan sangat mengesankan dosen atau bahkan calon investor bisnismu kelak!

Kesimpulan: Kamu Sudah Menjadi Ahli Keuangan Excel!

Selamat! Kamu telah berhasil melewati perjalanan dari pencatatan transaksi sederhana hingga menyusun satu set laporan keuangan lengkap yang profesional menggunakan Excel. Kamu tidak hanya belajar tentang rumus dan fungsi, tetapi juga tentang logika dan prinsip dasar akuntansi yang menjadi bahasa universal di dunia bisnis.

Mari kita rekap apa saja yang sudah kamu kuasai:

  • Membangun Jurnal Umum: Kamu bisa mencatat setiap transaksi dengan benar menggunakan sistem debit-kredit.
  • Memanfaatkan PivotTable: Kamu bisa mengelompokkan data secara otomatis untuk membuat Buku Besar dan Neraca Saldo, menghemat berjam-jam pekerjaan manual.
  • Menyusun 3 Laporan Utama: Kamu mampu membuat Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, dan Neraca yang saling terhubung dan akurat.
  • Membuktikan Keseimbangan: Kamu memahami dan bisa membuktikan prinsip fundamental akuntansi: Aset = Liabilitas + Ekuitas.
  • Visualisasi Data: Kamu bisa mengubah angka-angka mentah menjadi grafik yang bercerita dan mudah dipahami.

Kemampuan ini adalah aset berharga, tidak hanya untuk tugas kuliah, tetapi juga untuk kehidupan profesionalmu nanti. Baik kamu ingin menjadi pengusaha, manajer, atau analis keuangan, pemahaman mendalam tentang laporan keuangan dan kemampuan mengolahnya di Excel akan menjadi nilai tambah yang luar biasa.

Jangan berhenti di sini. Teruslah berlatih. Coba buat studi kasusmu sendiri dengan transaksi yang lebih kompleks. Tambahkan utang, piutang, penyusutan aset, dan lihat bagaimana hal tersebut mempengaruhi laporan keuanganmu. Semakin sering kamu berlatih, semakin tajam intuisimu dalam membaca dan menganalisis angka.

Kamu sudah memiliki fondasinya. Sekarang, saatnya membangun gedung pencakar langit pengetahuan finansialmu. Semoga berhasil!

Related Post

Copyrighted.com Registered & Protected