Cara Menggunakan Excel untuk Stok Barang Produksi

Anastasia Riyanti

Cara Menggunakan Excel Untuk Stok Barang Produksi
Cara Menggunakan Excel Untuk Stok Barang Produksi

Halo, para pejuang data dan calon pengusaha! Sering pusing melacak inventaris? Barang datang dan pergi, tapi catatan masih berantakan di buku tulis atau bahkan hanya di ingatan? Tenang, kamu tidak sendirian. Mengelola stok barang bisa menjadi mimpi buruk jika dilakukan secara manual. Tapi, ada satu alat super canggih yang mungkin sudah terpasang di laptopmuMicrosoft Excel.

Lupakan software mahal dan rumit. Dalam panduan ini, kita akan mengubah lembar kerja Excel yang kosong menjadi sistem manajemen stok barang yang cerdas, otomatis, dan sepenuhnya berada di bawah kendalimu. Kita akan membedahcara menggunakan excel untuk stok barang dari fondasi paling dasar hingga membangun dashboard interaktif yang keren.

Siapkan dirimu. Setelah membaca tutorial ini, kamu tidak akan pernah lagi melihat Excel dengan cara yang sama. Mari kita mulai petualangan data ini!

Bab 1: Fondasi Utama Membangun Tabel Induk Stok Barang yang Solid

Setiap bangunan kokoh dimulai dari fondasi yang kuat. Dalam dunia manajemen stok Excel, fondasi kita adalah sebuah tabel yang terstruktur dengan baik. Jangan asal membuat kolom. Setiap kolom memiliki tujuan spesifik untuk memastikan data kamu akurat dan mudah diolah.

Struktur Tabel Esensial

Langkah pertama adalah membuka Excel dan membuat sheet baru. Beri nama sheet ini, misalnya, “DATABASE STOK”. Sekarang, mari kita bangun kerangka tabelnya. Inilah kolom-kolom wajib yang kamu butuhkan:

No. Kode Barang Nama Barang Kategori Satuan Stok Awal Masuk Keluar Stok Akhir Harga Beli Total Nilai Stok Status
1 ATK-001 Pulpen Pilot G2 ATK Pcs 100 50 25 125 Rp 15.000 Rp 1.875.000 Aman
2 ELK-001 Mouse Logitech M185 Elektronik Unit 50 10 30 30 Rp 120.000 Rp 3.600.000 Stok Tipis
3 FNB-001 Kopi Sachet ABC Makanan Box 200 100 150 150 Rp 12.000 Rp 1.800.000 Aman

Mari kita bedah fungsi setiap kolom di atas, ini adalah “diagram” atau cetak biru sistem kita:

  • No: Nomor urut sederhana untuk kerapian.

  • Kode Barang: Ini adalah KTP untuk setiap produkmu. Wajib unik! Formatnya bisa kamu sesuaikan, misalnyaKATEGORI-NOMOR URUT (contoh:ATK-001). Kode unik ini akan menjadi kunci utama saat kita menggunakan rumusVLOOKUP nanti.

  • Nama Barang: Deskripsi jelas dari produk.

  • Kategori: Mengelompokkan barang (misal: ATK, Elektronik, Makanan). Sangat berguna untuk analisis di kemudian hari.

  • Satuan: Unit dari barang tersebut (Pcs, Unit, Box, Kg, Liter).

  • Stok Awal: Jumlah stok yang kamu miliki saat pertama kali membuat sistem ini. Angka ini hanya diisi sekali di awal.

  • Masuk: Kolom untuk mencatat semua barang yang masuk (pembelian dari supplier, produksi selesai).

  • Keluar: Kolom untuk mencatat semua barang yang keluar (penjualan, pemakaian internal, barang rusak).

  • Stok Akhir: Kolom inilah yang akan bekerja secara otomatis. Ini adalah jantung dari sistem kita.

  • Harga Beli: Harga modal per satuan barang. Penting untuk menghitung nilai aset.

  • Total Nilai Stok: Kolom otomatis lainnya untuk melihat berapa nilai total aset dari setiap item.

  • Status: Kolom otomatis yang memberikan peringatan visual jika stok menipis.

Pro Tip: Setelah membuat header kolom, seleksi seluruh area tabelmu (termasuk header) lalu tekanCtrl + T (atauCmd + T di Mac). Pilih “My table has headers” dan klik OK. Ini akan mengubah rentang data biasa menjadiExcel Table yang dinamis. Keuntungannya? Rumus akan otomatis ter-copy ke baris baru, dan pemformatan akan konsisten. Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar!

Bab 2: Mesin Otomatisasi Menguasai Rumus Excel untuk Stok Barang

Sekarang fondasi sudah siap, saatnya kita memasang mesinnya. Mesin ini adalah serangkaian rumus Excel yang akan membuat tabelmu hidup dan bekerja untukmu 24/7.

1. Rumus Stok Akhir (Wajib Tahu!)

Ini adalah rumus paling fundamental. Logikanya sederhana: Stok akhir adalah hasil dari stok awal, ditambah semua barang yang masuk, lalu dikurangi semua barang yang keluar.

Artikel Terkait :  Rahasia Cepat Membuat Ranking di Microsoft Excel dengan Banyak Kriteria

Klik pada sel pertama di bawah headerStok Akhir (dalam contoh kita, selI2). Ketikkan rumus berikut:

=[@[Stok Awal]]+[@[Masuk]]-[@[Keluar]]

Penjelasan:

  • Jika kamu tidak menggunakan formatCtrl + T, rumusnya akan terlihat seperti ini:=F2+G2-H2.

  • Namun, dengan Excel Table (Ctrl + T), rumusnya menjadi lebih mudah dibaca.[@[Stok Awal]] berarti “ambil nilai dari kolom Stok Awal di baris yang sama”.

  • Setelah menekan Enter, rumus ini akan otomatis terisi ke semua baris di bawahnya. Ajaib, bukan?

2. Rumus Total Nilai Stok

Untuk mengetahui nilai aset dari setiap barang, kita perlu mengalikan stok akhir dengan harga beli.

Klik pada sel pertama di bawah headerTotal Nilai Stok (selK2). Ketikkan rumus:

=[@[Stok Akhir]]*[@[Harga Beli]]

Atau dalam format sel biasa:=I2*J2. Sekarang kamu bisa melihat nilai rupiah dari setiap item yang ada di gudangmu.

3. Rumus Status Stok Otomatis dengan Fungsi IF Bertingkat

Inilah bagian yang paling keren. Kita akan membuat Excel memberikan peringatan secara otomatis. Kita akan menggunakan fungsiIF untuk menentukan status stok.

Misalkan, kita tentukan aturannya:

  • Jika stok di atas 20, statusnya “Aman”.

  • Jika stok antara 1 dan 20, statusnya “Stok Tipis”.

  • Jika stok 0 atau kurang, statusnya “Habis”.

Klik pada sel pertama di bawah headerStatus (selL2). Ketikkan rumusIF bertingkat (nested IF) berikut:

=IF([@[Stok Akhir]]<=0, "Habis", IF([@[Stok Akhir]]<=20, "Stok Tipis", "Aman"))

Penjelasan Logika Rumus:

  1. IF([@[Stok Akhir]]<=0, “Habis”, …): Excel akan cek dulu, apakah stok akhir kurang dari atau sama dengan nol? Jika ya, tampilkan teks “Habis”. Jika tidak, lanjutkan ke pengecekan kedua.

  2. … IF([@[Stok Akhir]]<=20, “Stok Tipis”, “Aman”)): Di pengecekan kedua, Excel cek lagi, apakah stok akhir kurang dari atau sama dengan 20? Jika ya, tampilkan “Stok Tipis”.

  3. … “Aman”): Jika kedua kondisi di atas tidak terpenuhi (artinya stok lebih dari 20), maka tampilkan “Aman”.

Kamu bisa menyesuaikan angka20 sesuai dengan kebutuhan minimum stok untuk setiap barang.

4. Visualisasi Status dengan Conditional Formatting

Teks saja terkadang kurang menarik perhatian. Mari kita tambahkan sentuhan visual agar status stok yang kritis langsung terlihat mencolok.

  1. Pilih seluruh kolomStatus (klik pada header kolom ‘L’ untuk memilih semuanya).

  2. Pergi ke tabHome ->Conditional Formatting ->Highlight Cells Rules ->Text that Contains…

  3. Di kotak yang muncul, ketik “Stok Tipis”. Di sebelah kanan, pilih formatYellow Fill with Dark Yellow Text. Klik OK.

  4. Ulangi langkah 2, tapi kali ini pilihNew Rule.

  5. Pilih “Format only cells that contain”.

  6. Pada bagian “Rule Description”, biarkan “Cell Value” dan ganti “between” menjadi “equal to”.

  7. Ketik“Habis” (gunakan tanda kutip).

  8. Klik tombolFormat…, lalu pilih tabFill. Pilih warna merah. Klik OK dua kali.

Sekarang, setiap kali status berubah menjadi “Stok Tipis” atau “Habis”, sel tersebut akan otomatis berubah warna. Matamu akan langsung tertuju pada masalah yang perlu ditangani.

Bab 3: Naik Level Mencatat Transaksi Masuk dan Keluar Secara Profesional

Mencatat angka langsung di kolom “Masuk” dan “Keluar” pada tabel utama memang bisa, tapi itu tidak efisien dan rentan kesalahan, terutama jika transaksimu banyak. Praktik terbaik adalah memisahkan pencatatan transaksi di sheet yang berbeda.

Buat dua sheet baru:

  1. LOG_MASUK

  2. LOG_KELUAR

Struktur Tabel Log Transaksi

Di sheetLOG_MASUK:

Tanggal Kode Barang Nama Barang Jumlah Masuk Supplier
1-Jun-24 ATK-001 Pulpen Pilot G2 50 PT Jaya Abadi
2-Jun-24 ELK-001 Mouse Logitech M185 10 CV Sinar Terang

Di sheetLOG_KELUAR:

Tanggal Kode Barang Nama Barang Jumlah Keluar Keterangan
3-Jun-24 ATK-001 Pulpen Pilot G2 25 Penjualan
4-Jun-24 ELK-001 Mouse Logitech M185 30 Penjualan

Menghubungkan Semuanya denganSUMIF danVLOOKUP

Sekarang, bagaimana cara agar data dariLOG_MASUK danLOG_KELUAR otomatis terakumulasi di tabelDATABASE STOK kita? Di sinilahSUMIF berperan.

Artikel Terkait :  Fungsi Rumus IF Pada Excel Panduan Terlengkap dari Dasar hingga Master

Kembali ke sheetDATABASE STOK. Kita akan mengganti kolom “Masuk” dan “Keluar” yang tadinya manual menjadi otomatis.

1. Rumus Otomatis untuk KolomMasuk:

Klik selG2 (kolom Masuk), dan hapus angka manual di dalamnya. Ganti dengan rumusSUMIF ini:

=SUMIF(LOG_MASUK!B:B, [@[Kode Barang]], LOG_MASUK!D:D)

Penjelasan:

  • SUMIF(…): Rumus ini berarti “Jumlahkan jika kriteria terpenuhi”.

  • LOG_MASUK!B:B: Ini adalahrange tempat kriteria akan dicari (kolom Kode Barang di sheetLOG_MASUK).

  • [@[Kode Barang]]: Ini adalahkriteria-nya. Excel akan mencari kode barang dari baris ini (misal,ATK-001) di dalam range yang tadi kita tentukan.

  • LOG_MASUK!D:D: Ini adalahsum_range, atau kolom yang angkanya akan dijumlahkan jika kriteria cocok (kolom Jumlah Masuk di sheetLOG_MASUK).

Dengan rumus ini, Excel akan secara otomatis menjumlahkan semua transaksi masuk untukATK-001 dari sheetLOG_MASUK dan menampilkannya di tabel utama.

2. Rumus Otomatis untuk KolomKeluar:

Lakukan hal yang sama untuk kolomKeluar (selH2):

=SUMIF(LOG_KELUAR!B:B, [@[Kode Barang]], LOG_KELUAR!D:D)

Logikanya persis sama, hanya saja sekarang kita mengambil data dari sheetLOG_KELUAR.

3. Mengotomatiskan Pengisian Nama Barang denganVLOOKUP

Untuk menghindari kesalahan ketik nama barang di sheet log, kita bisa membuatnya otomatis muncul setelah kita mengetik Kode Barang. Ini fungsi dariVLOOKUP (atauXLOOKUP jika kamu menggunakan Excel versi baru).

Di sheetLOG_MASUK, klik selC2 (Nama Barang). Masukkan rumus:

=IFERROR(VLOOKUP(B2, DATABASE_STOK!B:C, 2, FALSE), "")

Penjelasan:

  • VLOOKUP(B2, …): Cari nilai dari selB2 (Kode Barang yang baru kita ketik).

  • …DATABASE_STOK!B:C, …: Cari di dalam tabelDATABASE_STOK, spesifiknya di kolom B (Kode Barang) dan C (Nama Barang).

  • …, 2, …): Jika kode barangnya ketemu, ambil nilai dari kolom ke-2 dari area yang kita pilih (yaitu kolom Nama Barang).

  • …, FALSE): Cari kecocokan yang persis (exact match).

  • IFERROR(…, “”): JikaVLOOKUP menghasilkan error (misalnya karena kode barang tidak ditemukan), tampilkan sel kosong“” daripada pesan error#N/A yang jelek.

Lakukan hal yang sama untuk kolom Nama Barang di sheetLOG_KELUAR. Sekarang, kamu hanya perlu mengetik Kode Barang, dan Nama Barang akan muncul secara otomatis. Ini meminimalisir kesalahan manusia secara drastis!

Bab 4: Analisis dan Visualisasi Membuat Dashboard Stok Barang Sederhana

Data sudah rapi dan otomatis. Sekarang saatnya mengubah data mentah tersebut menjadi informasi yang mudah dipahami. Kita akan membuat sebuah dashboard sederhana menggunakanPivotTable danCharts.

Buat sheet baru dan beri nama “DASHBOARD”.

1. Membuat PivotTable untuk Ringkasan Data

  1. Klik di mana saja di dalam tabelDATABASE STOK kamu.

  2. Pergi ke tabInsert ->PivotTable.

  3. Pilih “New Worksheet” atau “Existing Worksheet” (pilih selA1 di sheet “DASHBOARD” kamu). Klik OK.

  4. Sekarang kamu akan melihat panel PivotTable Fields di sebelah kanan. Mari kita buat beberapa laporan ringkas:

    • Nilai Stok per Kategori: Seret (drag) fieldKategori ke areaRows, dan seret fieldTotal Nilai Stok ke areaValues. Seketika, kamu akan melihat total nilai stok untuk setiap kategori produk.

    • Daftar Barang yang Perlu Segera Di-restock: Seret fieldStatus ke areaFilters. SeretNama Barang danStok Akhir ke areaRows. Sekarang, di bagian atas PivotTable, kamu bisa memfilter dan hanya menampilkan barang dengan status “Stok Tipis” atau “Habis”.

2. Membuat Grafik yang Informatif

Sebuah gambar bernilai seribu kata. Mari kita visualisasikan data dari PivotTable.

  1. Klik di dalam PivotTable “Nilai Stok per Kategori” yang baru saja kamu buat.

  2. Pergi ke tabPivotTable Analyze ->PivotChart.

  3. Pilih diagram lingkaran (Pie Chart) atau diagram batang (Bar Chart) untuk menampilkan proporsi nilai stok per kategori. Klik OK.

  4. Sekarang kamu punya grafik dinamis! Jika data diDATABASE STOK berubah, kamu hanya perlu me-refresh PivotTable (klik kanan -> Refresh), dan grafik akan ikut ter-update.

Artikel Terkait :  Menguasai Rumus Excel untuk Keuangan Dengan Cepat Dan Mudah

3. Menambahkan Slicer untuk Interaktivitas

Slicer adalah tombol filter yang keren dan interaktif.

  1. Klik pada PivotTable-mu.

  2. Pergi ke tabPivotTable Analyze ->Insert Slicer.

  3. Centang kotakKategori danStatus. Klik OK.

  4. Sekarang kamu memiliki dua panel tombol. Kamu bisa mengklik kategori “ATK” untuk melihat data dan grafik yang hanya berhubungan dengan ATK. Atau klik status “Stok Tipis” untuk langsung fokus pada barang-barang yang kritis.

Dengan dashboard ini, kamu tidak lagi hanya melihat barisan angka. Kamu bisa menganalisis, membuat keputusan, dan mengidentifikasi masalah dengan cepat dan efisien.

Bab 5: Tips dan Trik Tambahan untuk Menjadi Master Excel Stok Barang

Untuk melengkapi panduan ini, berikut beberapa trik tambahan yang akan membuat sistemmu semakin canggih dan anti-gagal.

  • Data Validation: Untuk menghindari salah ketik Kode Barang di sheet LOG, gunakan Data Validation. Pilih kolom Kode Barang di sheet LOG, pergi keData -> Data Validation. Pada “Allow”, pilih “List”. Pada “Source”, pilih seluruh kolom Kode Barang dari sheetDATABASE STOK. Sekarang, sel tersebut akan memiliki dropdown list berisi semua kode barang yang valid.

  • Protect Sheet: Setelah semua rumus selesai diatur, kunci sel-sel yang berisi rumus agar tidak sengaja terhapus atau tertimpa. Pilih sel yang ingin dikunci, klik kanan ->Format Cells -> tabProtection, pastikan “Locked” tercentang. Kemudian, pergi ke tabReview -> Protect Sheet. Kamu bisa menambahkan password jika perlu.

  • Menggunakan Barcode Scanner: Jika bisnismu sudah lebih besar, kamu bisa mengintegrasikan USB barcode scanner. Cukup letakkan kursor di kolom Kode Barang, scan barcode produk, dan kodenya akan otomatis terketik di Excel. Ini mempercepat proses input data secara signifikan.

Tanya Jawab (FAQ) Seputar Penggunaan Excel untuk Stok Barang

T: Apakah Excel cukup kuat untuk mengelola stok bisnis kecil saya?
J: Tentu saja! Untuk bisnis skala kecil hingga menengah dengan ratusan jenis produk dan transaksi yang tidak terlalu masif (ribuan per bulan), Excel lebih dari cukup. Sistem yang kita bangun di atas sangat fleksibel, murah (karena kamu mungkin sudah punya Excel), dan dapat disesuaikan sepenuhnya dengan kebutuhan unik bisnismu.

T: Bagaimana cara menangani barang retur (pengembalian)?
J: Cara terbaik adalah dengan membuat sheet baru bernamaLOG_RETUR dengan struktur yang miripLOG_MASUK. Kemudian, pada rumusStok Akhir di tabel utama, kamu tinggal menambahkannya. Rumusnya menjadi:=[@[Stok Awal]] + [@[Masuk]] – [@[Keluar]] + [Total Retur]. Di mana[Total Retur] adalah hasilSUMIF dari sheetLOG_RETUR.

T: Apa bedanya VLOOKUP dengan XLOOKUP? Mana yang lebih baik?
J: XLOOKUP adalah versi lebih baru dan jauh lebih superior dariVLOOKUP. Kelebihannya antara lain: tidak masalah jika kolom yang dicari berada di sebelah kanan kolom hasil, lebih cepat, dan memiliki penanganan error bawaan. Jika kamu menggunakan Microsoft 365 atau Excel 2021, sangat disarankan untuk langsung belajar dan menggunakanXLOOKUP. Namun,VLOOKUP masih relevan karena kompatibel dengan versi Excel yang lebih lama.

Kesimpulan: Kamu Kini adalah Penguasa Stok Barang!

Selamat! Kamu baru saja menyelesaikan kursus kilat tentangcara menggunakan Excel untuk stok barang. Kamu telah bertransformasi dari pengguna biasa menjadi arsitek sistem inventaris yang andal.

Kamu telah belajar membangun fondasi data yang kuat, merakit mesin otomatisasi dengan rumus-rumus canggih sepertiIF,SUMIF, danVLOOKUP, hingga membuat dashboard analitik dengan PivotTable dan Slicer.

Ingat, sistem ini adalah titik awal. Keindahan Excel terletak pada fleksibilitasnya. Jangan ragu untuk bereksperimen, menambah kolom baru, atau membuat grafik yang lebih kompleks sesuai dengan perkembangan bisnismu. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam mencatat data.

Kini, kamu tidak lagi perlu takut dengan tumpukan barang atau catatan yang hilang. Dengan sistem Excel ini, kamu memegang kendali penuh atas asetmu. Selamat mencoba, dan semoga sukses mengelola inventarismu

Related Post

Copyrighted.com Registered & Protected